Rabu, 17 Februari 2016

Ketika kau Menonton

Haloo guys, kembali lagi dengan ketidakjleasan blog gua (entah kenapa, gua bangga, blog gua gak jelas. Yah, taopi gapapalah, yang pengen gua share juga gak jelas ini)

Jadi, kemaren, ketika gua menikmati kesendirian gua, gua mikir nih, jarang jarang kan gua mikir (FYI aja, gua, biasanya, mikir pas ujian sama nugas aja) kayaknya, kalo nonton, asik nih. Mumpung lagi punya banyak duit. Yaudahlah, langsung aja gua berangkat ke J-WALK, blitznya maksudnya, dan, gua langsung milih nonton deadpool. WOOHHOOOO(oke, cukup gak jelasnya). Apa yah yang bisa gua komen dari film ini? Yah secara plot sih, standar lah, sama kek film film superhero lainnya. Punya musuh-Ngalahin musuh-Kelar. TAPI, secara jokes, gua puas banget lah. dari ngeriffing DC sama Marvel, sampe jokes sexnya pun, gua sukaaaa.

Abis dari sini, gua makan, udahlah, berhubung gak penting, kita skip aja. Jadi, apa yang pengen gua share hari ini adalah, cintailah ibumu, seperti, kisah yang satu ini:

Seorang sahabat menggendong ibunya dari Madinah ke Mekkah untuk mengerjakan haji. Kemudian ditanyakan kepada Rasulullah, apakah hal demikian cukup untuk membalas jasa-jasa ibu, Rasul menjawab : “Tidak! Tak sebanding untuk membalas meskipun setetes susu dari ibumu.”

Alkisah, disuatu desa, hiduplah seorang anak dengan ibu yang buta, sedangkan sang ayah tak sempat melihat kelahiran putranya karena kecelakaan yang merenggut nyawanya. Meskipun dengan kebutaannya itu, sang ibu tetap merawat si anak dengan penuh kasih dan cinta. Kadang rela tak makan, asalkan si anak terpenuhi gizinya. Hari berganti bulan, bulan berganti tahun…si anak beranjak remaja dan dewasa. Dalam ‘kedewasaannya’ sang anak mulai merasa malu dicemooh oleh teman-temannya karena kebutaan sang ibu. Singkat cerita, si anak menikah dan dengan sengaja meninggalkan sang ibu dengan alasan pekerjaan yang didapatnya berada dikota besar dan memilih hidup dengan istri yang dicintainya.
Tanpa merasa telah dihinakan…sang ibu justru memberikan ridhanya pada anak tersebut. Dan pada malam-malam setelah berpisah dari si anak, sang ibu selalu mendoakan kebaikan bagi putra tercinta pada setiap sholatnya, bahkan pada setiap helaan nafasnya. Rasa rindu tak tertahankan karena bertahun-tahun tak berjumpa dengan si anak, membuat sang ibu memutuskan untuk bersilaturrahmi pada putra tercinta di ibukota. Alih-alih bahagia melihat sang ibu didepan pintu rumahnya, putra tercintanya malah menolak kehadirannya. “Tak cukupkah ibu mempermalukan diriku selama aku sekolah dulu?…Tak puaskah ibu membuat aku terhina didepan teman-teman sepermainanku?…Ibu sengaja datang kesini untuk membuat aku hina didepan istri dan anak-anakku, begitu kan bu..?! Lebih baik ibu segera kembali ke desa, sebelum istri dan anak-anakku melihat ibu!”
Dengan hati berdarah, pulanglah sang ibu, tanpa sempat menyentuh putra tercinta.
Dalam perjalanan kembali ke desa, mobil angkutan yang membawa sang ibu mengalami kecelakaan.
Tersampaikan berita kecelakaan tersebut pada putra tercinta. Dengan perasaan sedikit menyesal, si anak mau menemui ibunya di rumah sakit.
“Anakku, kau tak perlu mengharuskan dirimu menemui ibu disini. Ibu tahu engkau malu mempunyai ibu yang buta seperti ibumu ini, nak… Tapi tahukah kau nak, apa penyebab kebutaan ibu ? Saat usiamu 1 tahun…kau mengalami sakit, karena ketidaktahuan ibu tentang penyakitmu, membuat penyakitmu semakin parah dan membuat kau kehilangan penglihatanmu. Ibu merasa berdosa sekali, karena hanya kau satu-satunya anak ibu, ibu memutuskan memberikan mata ibu untukmu, nak. Karena ibu merasa sudah cukup melihat indahnya pelangi, kerlip bintang, hijaunya sawah-sawah kita…. Ibu ingin kau juga bisa melihat apa yang pernah ibu lihat dulu.”

Subhanallah….betapa tulusnya cinta seorang ibu.

“Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain-Nya dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.” (Al-Isra : 23)

Di zaman Rasulullah SAW, seorang laki-laki pernah bertanya, siapakah yang berhak aku pergauli dengan baik ? Rasul menjawab : ibumu. Kemudian laki-laki itu bertanya, siapa lagi ya Rasul ? ibumu…jawab Rasul. Bertanya lagi laki-laki itu, lalu siapa lagi ya Rasul ? Lagi-lagi Rasulullah menjawab : ibumu. Lalu siapa lagi ? tanya laki-laki tersebut belum puas…, Rasul menjawab : bapakmu.

Anak-anak tentu ingat banyak hal tentang apa yang dikatakan oleh ibu. Begitu pula ayah. Pujian maupun nasehat yang diberikan seorang ayah kepada anaknya, akan memberikan perkembangan tersendiri bagi kepribadian anak. Maka, janganlah kita berkata kasar pada anak-anak kita, karena hal tersebut dapat merubah persepsi anak-anak. Janganlah kita menyakiti anak-anak kita dengan lidah. Meski terkadang kita tak sadar ternyata lisan kita telah mampu melakukan perubahan pada jiwa-jiwa yang akan menjadi generasi penerus.

Lalu kenapa ada anak-anak yang tidak menyadari cinta dan kasih sayang dari orangtua mereka ? Kenapa masih kita temukan anak-anak yang membantah pada orangtuanya ? Karena komunikasikah ? Pergaulankah ? Entahlah….
Tak sedikit dari anak-anak, bahkan mungkin diri kita sendiri…lebih mengutamakan orang lain dibandingkan dengan orangtua yang melahirkan, membesarkan, memberikan perlindungan pada kita.
Pada beberapa kasus, ada anak yang dengan tega melakukan kekerasan bahkan membunuh orangtua mereka sendiri. Na’udzubillahi mindzalik….

“Dan janganlah kamu berdebat (untuk membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya.. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa.” (An Nisa : 107)

Semoga…
sebagai orang tua….kita mampu memberikan yang terbaik untuk anak-anak kita
sebagai anak….kita mampu berbakti dengan rasa tulus dan ikhlas pada orangtua kita
Semoga…
keluarga kita menjadi keluarga yang utuh

keluarga kita menjadi keluarga yang meraih kebahagiaan dunia dan akhirat



Catatanku:

Aku baru dapat calling dari Indon bahwa kau mulai pikun lalu kencing di tempat tidur...!!!! !

Ibu....,Aku sayang kamu.......Aku akan merawatmu sampai tetes darah penghabisanku. ... !!!!!



Semoga… !!!!

Jumat, 12 Februari 2016

Kesepian

Selamat malam semua. Sekarang, gua mau ngebacot tentang apa yah? Ah, gua tau mau share apa sekarang.

Pernahkah lo, lagi dalam sebuah keramaian, tapi hati lo ngerasa sepi? Ngerasa gelisah? Geli geli basah? Dan, ketika lo balik ke rumah/ kosan lo, lo malah ngerasa tentram? Wah, kalo gitu, apa yang lo rasain, sama kayak gua. gua orang yang sangat senang tempat tempat sepi, bahkan, sampe nonton pun gua sendirian. Apa ini berakibat buruk? Gimana kalo, sampai gua tua ini,bakal terus berlanjut? Tapi, untungnya, gua bisa mendapatkan kedamaian yang lain, yaitu, ketika bersama teman teman, yang gua pilih. Teman kok milih milih? Iya, gua emang memilih teman. Karena teman, adalah orang luar, yang kita pilih sebagai kelarga sendiri (@Pergijauh).

Gua gak mau aja, kalo semua gua anggap teman, banyak yang ngomongin gua dari belakang. Seorang teman, akan mengiayakan argumenmu. Sedangkan seorang teman baik, akan beradu argumen denganmu -Unknown Author-

Ya, teman, adalah, orang yang mau melakukan hal hal gila bersama kita, bahkan, tidak malu malu untuk melakukannya itu. Maka dari itu, jikalau, kalian sudah memiliki teman yang gua bahas dikit diatas, jangan disia siakan. Dan selalu, teman baik, bisa membikin hati kita nyaman, walau berada dikeramaian.

Tapi, ah, gak tau deh mau bahas apalagi, udah deh yah. semoga ada manfaatnya dikit. see you in the next pos

Senin, 08 Februari 2016

Dalam diam

gua adalah, orang yang sangat emosian. Bukan dalam artian yang bakal berubah menjadi hijau, dengan celana ungu ketika marah. Tapi, gua gampang banget jadi emosi, bahkan dalam hal hal kecil. seperti, ngeliat kecoa, banyak semut dikamar kos gua, mau makan tapi malah ujan, jadinya gak bisa keluar, dan masih masih banyak lagi. 

Emosi, susah dikendalikan, kadang, malah kita yang dikendalikan oleh emosi kita. Ketika kita emosi, terkadang, banyak hal hal bodoh yang kita lakukan, merugikan diri kita sendiri. Dan, gua pernah dalam kondisi seperti itu. Jadi, gini ceritanya. gua pernah punya pacar pas kelas 3 SMA. dia orang paling cantik yang pernah gua pacarin. iya, gua emang kalo nyari pacar, selalu yang jelek, biar kemungkina ditolaknya semakin kecil. Jadi, kita sebut saja pacar kita ini, dengan sebutan bunga. iya, gua pacaran sama bunga lumayan lama lah. dari kelas 3 SMA, sampe pertengahankliah semester 2. nah, pada fase ini, gua lagi bosen bosennya sama dia, dia tiba tiba, berubah aja gitu, jadi ngebosenin buat gua. sampai, pada suatu ketika, kita beradu argumen, dan, dengan tingkat keemosian gua yan sudah mencapai puncaknya, akhirnya, gua memilih putus sama dia. Tapi,jujur, sampe sekarang, gua masih sayang sama dia, masih cinta sama dia. Dan, gua menyesal udah putusin dia, dengan keemosian sesaat. maka dari itu, gua sekarang, mencoba buat melatih emosi gua, dengan cara minum air putih, aneh, emangm tapi, gak tau kenapa, gua kalo minum air putih, jadi reda aja gitu emosinya.

yaudah, sekian dulu dari ua. semoga, waktu lo semua, kebuang buang dengan ngebaca postingan gua see you again di post post gak penting lainnya

Kamis, 04 Februari 2016

Perkenalan



Kali ini saya akan bercerita tentang diri saya. Ini adalah tentang saya. Suka atau tidak? That’s not my fucking problem. Perkenalkan, nama saya Muhammad ardhani. Bisa dipanggil ardhani, dhani, atau apapun lah yang kalian suka. Tinggi saya, yah sekitaran kucing, tapi lebih tinggi lagi lah. Hal yang saya sukai itu banyak. Salah satunya kamu, iya kamu, yang lagi baca tulisan ini. HOEEKKK.

Fuuhh. cukup sekian lah, perkenalan norak gua. besok, gua bakal banyak bercerita disini. entah itu tentang diri gua sendiri, orang lain, ataupun khayalan gua. see you guys!